*WAFAT-MU*
*WAFAT-MU*
W-aktu terakhir-Mu sebagai manusia di dunia sangat sulit untuk kuterima. Apalagi oleh Sang Bunda. Air mata darahnya yang mengalir diam dalam jiwanya yang suci, membuatnya tambah sesak dalam duka yang nendalam. Tubuh-Mu penuh luka, tersobek oleh setiap pukulan, tinju dan cambukan. Sakit-Mu juga sakit ibu-Mu Maria; Daging dari dagingnya, Darah dari darahnya. Dari suara-Mu yang terakhir aku mendengar KAU berkata lirih: "SUDAH SELESAI". Mater Dolorosa memeluk salib-Mu. Dan Darah-Mu yang terakhir tidak hanya mengalir membasahi bumi yang kotor, tetapi juga mengalir menyatu dengan darah Maria Bunda-Mu dalam tangisan yang bersimbah air mata darah.
A-lfa dan Omega, Awal dan Akhir dari dunia ini. KAU awali hidup-Mu di dunia ini dalam kandang yang hina dan KAU akhiri perutusan-Mu di atas Palang Salib yang hina juga. Engkau Ada, hidup, hadir dan bekerja di sepanjang perjalanan penghinaan, penuh penolakan dan ludah. Namun Engkau tetap tabah menanggung itu dalam diam.
F-irasat Bunda-Mu Maria tentang Diri-Mu seringkali menggetarkan hati dan jiwanya. Pedang pilu itu serasa terus mengirisnya siang dan malam dan tak henti-hentinya. Tersentak jiwanya kala kau dicium Yudas, kala Pilatus mencuci tangan tak membela Kebenaran, kala cambukan-demi cambukan membabi buta pada Tubun suci-Mu. Akhirnya ketika engkau jatuh sampai 3 kali, jiwa Maria tertikam pedang pilu itu untuk kesekian kalinya.
A-llah-Ku ya Allah-Ku mengapa Engkau tinggalkan Daku. Sebuah rasa kemanusiaan-Mu begitu menikam jiwa Maria dan jiwaku. Sebuah rintihan kemanusiaan dari-Mu sangatlah berat untuk dirasakan dan ditanggung oleh siapapun. Hanya Engkau saja. Ya! hanya Engkau ya Anak Domba Allah yang bisa menanggung semua itu.
T-uhanku dan Allahku adalah kuat dan perkasa serta jaya di atas palang Salib itu. Aku kagum dan bangga pada-Mu. Kemanusiaan-Mu yang ingin dihabisi di atas palang itu justru tak mampu melawan Ke-Allahan-Mu yang semakin kokoh dan perkasa. Aku melihat dalam imanku, Roh Allah yang mengandung Engkau dalam rahim bunda-Mu Maria, kini seolah hendak mengandung-Mu kembali ke-dalam Rahim Bapa di Surga. Dunia tak melihat apa yang aku lhat saat ini. Apalagi para serdadu. Roh itu ada pada-Mu. Oleh sebab IA telah mengurapi-Mu.
M-anusia hamba , ya kami manusia hamba. Tak layak dan tak pantas bagi-Mu. Karena dosa kami yang sudah berkarat ini telah membunuh-Mu dengan kejam. Dosa kami inilah yang membuat kami kehilangan status kami sebagai anak Allah.
U-ntuk itulah Engkau rela menjalani semua ini dari rumah Pilatus sampai Gogota. Oh Tuhan, kami bersalah, kami berdosa. Lebih-lebih dosa dunia saat ini yang telah menciptakan Covid-19 yang telah menelan begitu banyak korban nyawa. Engkau tambah menderita lagi. Hati-Mu yang kudus tak sanggup mendengar tangis pilu anak-anak-Mu sejagat ini. Tuhan kasihanilah kami,kasihanilah kami, sebab dengan Salib Suci-Mu Kau telah menebus dunia. Saya percaya, dan sangat percaya bahwa Darah Suci-Mu telah tertumpah pada bumi yang kotor oleh covid-19. Maka kami semua sebentar lagi akan terbebaskan dari virus ini. Oleh kuasa Darah-Mu yang kudus, dunia kami dibersihkan dan diselamatkan dari Virus Corona.
Amin. Amin. Amin.
Salamku, Sr.Alexa, Bsmc
Si SendaljepitTuhan




Komentar
Posting Komentar