#OPINI
Oleh Bung Ricky Betekeneng
Foto Bung Ricky Betekeneng
Tangisan para perantau di tengah covid-19.
Sadar dan tidak sadar kebijakan pemerintah ada yang harus di rugikan.
Pada saat pemerintah melakukan PSBB berskala besar berdampak pada nasib anak rantau yang berkerja di perantauan semakin diujung tanduk.
Perusahan banyak tidak beroperasi akibatnya perusahan merugi dan banyak karyawan di PHK atau di rumahkan.
Bagaimana nasib perantau kalau seluruh pelabuhan dan bandara ditutup?
Kebijakan kepala daerah melakukan pembantasan anak rantau pulang di daerah asalnya pun di lakukan, sehingga gejolak kebutuhan pokok semakin menipis sedangkan penghasilan mereka tidak memadai.
Anak rantau sekarang posisinya serbah salah, mereka harus pulang tapi tidak di terimah karena takut mereka membawa virus covid-19. Mereka pun dalam kebingungan karena bagaimana memenuhi kebutuhan hidup sedangkan mereka tidak memiliki penghasilan akibat di PHK atau dirumahkan.
Sebuah permenungan dari saya dan sebuah pertanyaan mendasar dimana harus memilih, membiarkan anak rantau mati kelaparan di tanah orang atau memulangkan mereka yang resiko membawa virus corona. Semuanya serbah salah, pemerintah harus bisa sebijaksana mungkin mengambil keputusan karena banyak anak rantau yang terjebak di perantuan akibat pembatasan sosial berskala besar yang di lakukan di kota-kota besar.
Pemerintah daerah harus melihat dari sisi kemanusiaan karena kalau melihat dari sisi aturan maka banyak menimbulkan gejolak yang ada seperti sekarang ini.
Kita semua sadar akan hal ini bahwa virus corona sangat berbahaya tapi dilihat juga dari perekonomian anak rantau semakin terjepit akibat PHK tadi.
Mereka sangat butuh perhatian pemerintah daerah untuk bisa melihat persoalan ini secara serius dan bijak dalam mengambil langkah yang tepat.
# celoteh kami di tengah pandemik
Komentar
Posting Komentar