Postingan

KISAH SEDIH SOMI DAN RUMA DI LAMALERA (asal muasal keluarga "Pareira Matta" di Sikka)

Gambar
#KAMPUNG HALAMAN Foto Ilustrasi KISAH SEDIH SOMI DAN RUMA DI LAMALERA (asal muasal keluarga "Pareira Matta" di Sikka) Pulau Lembata, di Lamalera provinsi Nusa Tenggara Timur, sekitar 3 abad yang lalu, pada tahun 1726, pernah terjadi suatu peristiwa yang perngucilan terhadap sepasang manusia Somi dan Ruma, yang dituduh melakukan pembunuhan. Selama tiga abad Lamalera seolah dicekam tragedi Somi-Ruma. Puluhan suku di kampung nelayan di ujung selatan Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, merasa berdosa atas eksekusi dua orang anggota suku Batafor. Suku Batafor merupakan satu di antara 19 suku yang bermukim di Lamalera. Pada hari eksekusi Somi-Ruma diusir dari kampung Lamalera. Mereka rencananya akan ditenggelamkan di tengah laut. Tapi keduanya bisa selamat. Sampan yang ditumpanginya mendarat di Sikka, Maumere, Flores. Mereka menetap di sana, beranak-pinak, hingga sekarang telah mencapai generasi ketujuh. Tragedi Somi-Ruma memang telah menjadi momok yang menghantui ...

TANGISAN PARA PERANTAU DI TENGAH COVID-19

Gambar
#OPINI Oleh Bung Ricky Betekeneng Foto Bung Ricky Betekeneng Tangisan para perantau di tengah covid-19. Sadar dan tidak sadar kebijakan pemerintah ada yang harus di rugikan. Pada saat pemerintah melakukan PSBB berskala besar berdampak pada nasib anak rantau yang berkerja di perantauan semakin diujung tanduk. Perusahan banyak tidak beroperasi akibatnya perusahan merugi dan banyak karyawan di PHK atau di rumahkan. Bagaimana nasib perantau kalau seluruh pelabuhan dan bandara ditutup? Kebijakan kepala daerah melakukan pembantasan anak rantau pulang di daerah asalnya pun di lakukan, sehingga gejolak kebutuhan pokok semakin menipis sedangkan penghasilan mereka tidak memadai. Anak rantau sekarang posisinya serbah salah, mereka harus pulang tapi tidak di terimah karena takut mereka membawa virus covid-19. Mereka pun dalam kebingungan karena bagaimana memenuhi kebutuhan hidup sedangkan mereka tidak memiliki penghasilan akibat di PHK atau dirumahkan. Sebuah permenungan dari...

TUTUP TELINGA DAN HANYA MELIHAT

Gambar
#OPINI KEADILAN Oleh  Bung Ricky Betekeneng Foto Bung Ricky Betekeneng Apakah suara kami masih terdengar? Atau gaungnya kami hanya di anggap seperti auman harimau tanpa taring sehingga kalian anggap sampah yang tak ternilai? atau lupa dengan apa yang pernah kami buat? Hai penguasa! Jangan pura-pura lupa sosok kami yang diumpamakan seperti anak ayam tanpa induknya yang di lempar sana sini hanya dalam bekasan yang tak berujung kepekaan. Kami bagaikan anak haram yang selalu di kucilkan karena tidak pernah diharapkan namun sadar dan tidak sadar, kami adalah pelanjut tahta itu sendiri dan penyambung tangan lewotanah. Hai penguasa! Jeritan hati kami diindetik dengan rasa rindu ingin bisa melakukan sesuatu untuk lewotanah tercinta, tapi kenapa kami sering dianggap hanya selongsong botol bekas yang tak ada artinya? kami sadar pernah bertingkah diluar batas, namun alasan kami hanya butuh sebuah pengakuan dan bukan celaan.  Ekspresi kami berlebihan itu wajar kare...

"BERI AKU SEPULUH PEMUDA MAKA AKAN KUGUNCANGKAN DUNIA."

Gambar
 #KAMPUNG HALAMAN foto Bung Cobra Lelaona Di jaman sekarang ini, tak jarang kita jumpai berbagai macam permasalahan sosial, yang diantaranya adalah pemuda sebagai pemeran utama. Minum mabuk, kasus perampokan, kasus narkoba, tawuran, dan lain-lain, seakan menumbuhkan persepsi miring tentang jati diri dan citra pemuda zaman now. Pemuda sering dituduh dan dianggap sebagai penghambat derap langka pembangunan, dan perusak tatanan kehidupan masyarakat. Stigma-stigma miring atau tuduhan, hujatan yang menyasar dari berbagai kalangan menjadi menu yang tidak sedap untuk para pemuda, tentunya hanya karena akibat dari ula segelintir oknum pemuda. Pemuda adalah aset berharga dan masa depan bangsa. Pemuda adalah ujung tombak perubahan. Begitulah kira-kira yang diucapkan kebanyakan orang tentang eksistensi pemuda. Terbukti dengan catatan sejarah bangasa indonesia dalam merebut kemerdekaan kala itu. 28 Oktober 1928 setidaknya menjadi tonggak awal pergerakan dari pada pemuda, Tidak...

ASING DI RUMAH SENDIRI

Gambar
#KAMPUNG HALAMAN Foto Bung Ricky Betekeneng Rasa keprihatinan menghantui ketika suara-suara kepedulian kami anak-anak muda begitu asing di tanah kami sendiri, melihat hanya secarik luka serta benci yang mendalam. Akankahh kami terus terpinggirkan Tokoh-tokoh yang dianggap menyambung lidah kami, terdiam dalam bisu hanya menonton sebuah film yang ceritanya sangat menarik dan menegangkan. Jangan jadikan kami sebagai generasi yang terpinggirkan, diumpamakan seperti benalu yang bergantung dengan kehidupan yang ada dan merusak suasana kehidupan itu sendiri. Tapi perlu diingat bahwa kami pemuda adalah bagian dari penerus lewotana. Kami adalah pemuda yang ingin di ajarkan untuk berlembaga dan berhak menjadi bagian terkecil daripada pembangunan bangsa dan negara, bukan di tendang bak bola liar. Kami bukan binatang yang di lepas begitu saja tidak tau arah dan tujuan kemana. Pemuda bukan domba yang di kurung dalam sangkar emas yang tak tau mau kemana. Suatu saat pemuda inilah ya...

BUMDes Waimatan Menyalurkan Sembako Gratis dan Sembako Murah Untuk Masyarakatnya

Gambar
# KAMPUNG HALAMAN Foto Bpk. Viktorius Lango Langkeru Pemerintah pusat, melalui pemerintah desa mengalokasikan anggaran yang telah "diterjemahkan" oleh Pemdes dan BPD melalui BUMDes untuk menyalurkan bantuan    Sembako G r a t i s dan Sembako  M u r a h   kepada setiap Kepala Keluarga/Warga Masyarakat Desa Waimatan guna menghadapi dampak Covid-19 dalam bidang ekonomi keluarga.   Foto Dok. Desa waimatan Hal-hal teknis dan strategis mengenai ini telah diatur secara adil, bijak dan saksama oleh Pemdes dan BPD dalam tempo reaksi cepat. Barangkali tidak banyak yang diberikan oleh pemerintah, tetapi ini patut disyukuri sembari berdoa dan berharap agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu dari tanah air, dan kita boleh kembali bertugas, berkarya, mengabdi, dan beraktivitas sebagaimana biasa. #Bayangkan!

*Kekosongan dan Kesombongan*

Gambar
#AGAMA Kiriman dari Rm.Hendrik Meko, SVD Mobil pribadi tak lagi beranjak dari garasi. Jet pribadipun terparkir rapi di bandara. Lalu lintas udara telah ditutup. Masing-masing negara  focus untuk merawat warganya, berperang melawan musuh kecil yang tak terlihat. Setiap manusia terkurung dalam kamarnya. Pakaian dari designer terkenal, sepatu dan jam bermerek, minyak wangi dan seonggok alat make up kehilangan artinya, tergeletak tak berguna. Tak ada lagi meeting mendadak ataupun bisnis meeting yang menyita waktu sehingga sering kali kita tak punya lagi waktu untuk keluarga dan untuk Tuhan. Tak ada lagi pesta yang harus dihadiri, tak ada lagi nonton bareng, tak ada pula tongkrongan di cafe, tak ada lagi arak2an dan pesta seni, bahkan uang pun terhenti di bank.. semua tak ada arti. Apalg yg bisa disombongkan & dibangga2kan dlm keadaan spt ini? Saat ini Tuhan sedang membukakan mata setiap orang .. Yg terpapar di RS saat ini dengan kelas yang sama tid...